HUBUNGAN HUKUM DENGAN HAK

 Pengertian Hak

Dalam hukum seseorang mempunyai hak milik atas sesuatu benda kepadanya di ijinkan untuk menikmati hasil dari benda miliknya itu. Benda tersebut  dapat  di  jual, di gadaikan atau di perbuat apa saja asalkan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan.

Ijin atau kekuasaan yang di berikan hukum itu di sebut “hak” atau “wewenang”. Hak dan wewenang dalam bahasa latin menggunakan istilah “ius” dalam bahasa belanda di pakai istilah “recht”  dan  “droit” dalam bahasa perancis. Dalam penyalah gunaan hak dalam belanda disebut “misbruik van recht” atau “abus de droit” dalam bahasa prancis (meyalah gunakan kekuasaan dalam bahasa perancis di sebut “detournement de pouvoir).

Untuk membedakan hak dengan hukum dalam bahasa belanda digunakan istilah “subjectife recht” untuk hak “objectief recht”dan untuk hukum atau peraturan-peraturan yang menimbulkan hak bagi orang lain yaitu menggunakan istilah “law” mengandung arti hukum atau undang-undang dan “recht” mengandung arti hak atau wewenang.

  • HUBUNGAN HUKUM DENGAN HAK

Telah kita ketahui bersama bahwa dalam hukum tercermin adanya hak dengan kewajiban yang diberikan hukum. Dalam hal ini dapat di nyatakan bahwa hak dan kewajiban itu ada karena adanya hukum. Sehingga tidak ada hak yang tanpa hukum, dan hak akan menjadi timbul dengan adanya keterkaitan dengan kewajiban dan begitu sebaliknya.

Dalam setiap hak terdapat empat unsur :

1)      Subyek Hukum

2)      Obyek Hukum

3)      Hubungan hukum yang mengikat hak lain dengan kewajiban

4)      Perlindungan Hukum

Hak di bedakan menjadi dua yaitu:

  • Hak mutlak, ialah hak yang memberikan wewenang kepada seseorng untuk melakukan sesuatu perbuatan, hak yang  dapat di pertahankan bagi siapapun juga, dan setiap orang harus menghormati hak tersebut. Hak mutlak dapat juga di golongkan dalam tiga katagori, yaitu:
    1. Hak asasi manusia, misalnya: hak seseorang untuk bebas bergerak dan tinggal pada suatu negara.
    2. Hak publik mutlak, misalnya: hak negara dalam memungut pajak dari rakyatnya.
    3. Hak keperdataan, misalnya:

-Hak marital, yaitu hak suami untuk menguasai istrinya dan harta istrinya.

-Hak atu kekuasan orang tua (ouderlijke macht).

-Hak perwalian.

– Hak pengampuan (curatele).

  • Hak nisbi atau relatif, ialah hak yang memberikan wewenang kepada seseorang tertentu atau beberapa orang tertentu untuk menuntut agar supaya seseorang atau beberapa orang lain tertentu membrikan sesuatu, melakukan sesuatu atu tidak melkukan sesuatu. Hak relatif ini sebagian besar terdapat dalam hukum perikatan (bagian hukum perdata) yang timbul berdasarkan persetujuan-persetujuan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Contoh: dari persetujuan jual beli terdapat hak relatif seperti:
    1. Hak penjual untuk menerima pembayaran dan kewajibannya untuk menyerahkan barang kepada pembeli.
    2. Hak pembeli untuk menerima barang dan kewajibannya untuk melakukan pembayaran kepada penjual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: